Bus 80 coret favorit mahasiswa indonesia di mesir
Semua orang Indonesia yang pernah sekolah di Mesir pasti mengerti apa yang saya maksud dengan 80 coret ini.selain warna hijau juga ada berwarna merah.
80 coret atau 80 palang seperti mahasiswa malaysia biasa menyebutnya adalah salah satu nama kendaraan umum yang ada di Mesir. Kendaraan ini menjadi bus favorit mehasiswa Al-Azhar untuk pergi kuliah ke kampus. Hampir semua orang Indonesia yang kuliah di Al-Azhar menggunakan bus 80 coret ini karena posisi tempat tinggal mereka yang berada di kawasan Nasr City Kairo.
Kampus Al-Azhar sendiri terletak di wilayah Darrosah satu kilometer sebelum pasar Attabah yang sangat dikenal oleh masyarakat Mesir karena lengkap dan murah hanya dengan 1 junaih mesir atau 1 pound mesir setiap orangnya Perjalanan yang bisa ditempuh setengah jam jika suasana lalu lintas normal harus ditempuh selama satu jam setiap harinya.
Ada keunikan tersendri dengan adanya 80 coret yang selalu membekas menjadi kenangan para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Kairo. Hanya ada satu jenis bus ini yang menghubungkan secara langsung dari kawasan Hayyul Asyir sebagai pemukiman orang Indonesia sampai ke Darrosah tempat kampus Al-Azhar. Sebenarnya juga ada bus 65 yang berwana kuning, namun bus ini berhenti di kawasan Masyikhoh dan masih harus jalan kaki untuk menuju kampus Al-Azhar.
Untuk naik 80 coret sendiri keadaan tubuh harus fit, karena jumlah penumpang yang membludak. Bayangkan saja, satu bus yang seharusnya diisi maksimal 40 orang, sering sekali diisi hingga over dan menjadikan para penumpang seperti patung yang berjajar dan tidak bisa bergerak karena terlalu penuh, bahkan banyak juga yang bergelantung di pintu depan dan belakang bus yang sering menjadikan bus oleng ke kiri jika dilihat dari belakang. Pemandangan yang terkadang membuat lucu sekaligus menakutkan.tapi itu bukan suatu rintangan yang begitu di hiraukan oleh mahasiswa maupun masyarakat mesir tersendiri bahkan itu merupakan sebuah tantangan yang harus di hadapi oleh penuntut ilmu khususnya.
Di dalam bus 80 coret ini juga terlihat masyarakat dari berbagai negara mulai dari beragam kulit hingga bahasa yang berbeda-beda seperti:
somalia,nigeria,jazarulqamar,maldives,suriah,aljazair,pakistan,turki,kazakhstan,Rusia,Amerika,Inggris,sampai benua asia antara lain,malaysia,brunai darussalam,singapore,cina,Thailand juga Indonesia.tak ayal sering disebutkan bus internasional,hehe.
Ada sesuatu hal juga yang tidak akan membuat kita tak lupa kepada mesir adalah banyaknya penumpang yang di dalam bus sambil membaca al Qur’an dan membacanya pun banyak yang dengan suara tartil sehingga bisa menjadi kesejukan tersediri bagi yang mendengar. Banyak juga yang sambil membaca buku-buku kuliahnya. Hal inilah yang menjadikan 80 coret sangat layak ditumpangi dan bisa memberi contoh kepada kita agar meneladani kegiatan terpuji mereka bahkan sampai kita pulang ke negara kita sendiri dengan menerapkan kejadian sangat baik seperti ini.semoga aminn :))

(Amirah saufi -Pukul 10.45 waktu cairo)
80 coret atau 80 palang seperti mahasiswa malaysia biasa menyebutnya adalah salah satu nama kendaraan umum yang ada di Mesir. Kendaraan ini menjadi bus favorit mehasiswa Al-Azhar untuk pergi kuliah ke kampus. Hampir semua orang Indonesia yang kuliah di Al-Azhar menggunakan bus 80 coret ini karena posisi tempat tinggal mereka yang berada di kawasan Nasr City Kairo.
Kampus Al-Azhar sendiri terletak di wilayah Darrosah satu kilometer sebelum pasar Attabah yang sangat dikenal oleh masyarakat Mesir karena lengkap dan murah hanya dengan 1 junaih mesir atau 1 pound mesir setiap orangnya Perjalanan yang bisa ditempuh setengah jam jika suasana lalu lintas normal harus ditempuh selama satu jam setiap harinya.
Ada keunikan tersendri dengan adanya 80 coret yang selalu membekas menjadi kenangan para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Kairo. Hanya ada satu jenis bus ini yang menghubungkan secara langsung dari kawasan Hayyul Asyir sebagai pemukiman orang Indonesia sampai ke Darrosah tempat kampus Al-Azhar. Sebenarnya juga ada bus 65 yang berwana kuning, namun bus ini berhenti di kawasan Masyikhoh dan masih harus jalan kaki untuk menuju kampus Al-Azhar.
Untuk naik 80 coret sendiri keadaan tubuh harus fit, karena jumlah penumpang yang membludak. Bayangkan saja, satu bus yang seharusnya diisi maksimal 40 orang, sering sekali diisi hingga over dan menjadikan para penumpang seperti patung yang berjajar dan tidak bisa bergerak karena terlalu penuh, bahkan banyak juga yang bergelantung di pintu depan dan belakang bus yang sering menjadikan bus oleng ke kiri jika dilihat dari belakang. Pemandangan yang terkadang membuat lucu sekaligus menakutkan.tapi itu bukan suatu rintangan yang begitu di hiraukan oleh mahasiswa maupun masyarakat mesir tersendiri bahkan itu merupakan sebuah tantangan yang harus di hadapi oleh penuntut ilmu khususnya.
Di dalam bus 80 coret ini juga terlihat masyarakat dari berbagai negara mulai dari beragam kulit hingga bahasa yang berbeda-beda seperti:
somalia,nigeria,jazarulqamar,maldives,suriah,aljazair,pakistan,turki,kazakhstan,Rusia,Amerika,Inggris,sampai benua asia antara lain,malaysia,brunai darussalam,singapore,cina,Thailand juga Indonesia.tak ayal sering disebutkan bus internasional,hehe.
Ada sesuatu hal juga yang tidak akan membuat kita tak lupa kepada mesir adalah banyaknya penumpang yang di dalam bus sambil membaca al Qur’an dan membacanya pun banyak yang dengan suara tartil sehingga bisa menjadi kesejukan tersediri bagi yang mendengar. Banyak juga yang sambil membaca buku-buku kuliahnya. Hal inilah yang menjadikan 80 coret sangat layak ditumpangi dan bisa memberi contoh kepada kita agar meneladani kegiatan terpuji mereka bahkan sampai kita pulang ke negara kita sendiri dengan menerapkan kejadian sangat baik seperti ini.semoga aminn :))

(Amirah saufi -Pukul 10.45 waktu cairo)
Comments
Post a Comment