Berbagi Pengalaman Operasi Kista Payudara (Fibrocystic mammae). Baiklah kawan, siapa takut?:')

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim… saya mulai memberanikan diri bercerita tentang hal ini karena banyak juga permintaan dari teman-teman maupun murid saya untuk menulis ini. Agar mungkin bisa jadi peringatan dan kewaspadaan juga bagi kaum perempuan khususnya perempuan millennial saat ini ya. Hehehe

Subhanallah sudah lebih dari 5 tahun saya meninggalkan blog ini tanpa menulis apapun. Rindu sekali rasanya menulis lagi. Tapi mohon maaf jika tulisan saya nanti banyak kekurangannya. Jika ingin mengkritik dan memberi tambahan informasi dengan senang hati saya persilahkan ya bisa komen di blog ini atau menghubungi saya melalui dm di Instagram :amiira_el.asyii atau email saya: Amirahsaufiismi@gmail.com . HeheJ

Baiklah kita mulai saja. Semoga teman-teman bisa menyimak coretan saya ini sampai akhir ya.

Dimulai saat saya mengakhiri aktivitas harian saya di sore hari yaitu mandi Sore pada tanggal 30 Agustus 2020. Saya mandi seperti biasa namun entah kenapa saya berfikir ada perasaan yang janggal pada tubuh saya. Akhirnya saya memutuskan untuk meraba bagian tubuh yang saya kira sakit, sebelumnya saya sudah memiliki pengetahuan tentang FAM( Fibroadenoma Mammae) yaitu Jenis tumor jinak payudara yang paling sering ditemukan dan sering terjadi pada wanita usia muda( masa reproduksi). Dan FAM ini sudah pernah dialami oleh adik saya tahun lalu dan dia langsung disarankan Operasi oleh dokter. Adik saya pernah menyarankan saya untuk melakukan SADARI juga yaitu Periksa Payudara Sendiri. Jadi pada saat Mandi sore waktu itu saya memberanikan diri untuk SADARI. Lalu ternyata benar saja, terasa benjolan kecil yang jika diraba akan sakit dan nyeri. Saya sempat berhusnudzan mungkin ini akan hilang beberapa hari. Namun ternyata tidak. Ketika saya tidur di malam hari rasa nyeri itu semakin terasa. Dan pada Akhirnya saya pun melaporkan kejadian ini pada Adik dan ibu saya di Mesir( LDR ceritanya, hehe) Lalu Adik dan Ibu saya langsung menyarankan saya untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Onkologi terdekat.

1 September 2020

Setelah mencari Rumah sakit yang bagus dan Dokter Ahli yang bisa menangani onkologi, Saya pun pergi ke Rumah sakit hasil rekom teman-teman di internet untuk merujuk ke Rumah Sakit Hermina Bogor. Letaknya pun tak begitu jauh dari rumah. Disini saya pun menemui Dokter Spesialis Onkologi yang telah buat janji sebelumnya. Nama Dokter tersebut adalah Wildan Djaya Soekmara SpB(K)Onk.  Dokternya laki-laki sih memang, maunya sih perempuan. Tapi apalah daya, Dokter perempuan tidak ada di Rumah sakit sekitar rumah saya. Jadinya bismillah. Initoh penyakit ya, tidak boleh malu dan dokternya juga ramah banget. Kalau malu so pasti saya tidak akan sembuh.

Okee. Kita lanjut…

Ohiya, karena sekarang lagi covid19. So, Ketika kami masuk ke Rumah Sakit mesti pastikan masker kami terpakai benar plus cuci tangan dulu lalu di cek suhu oleh security. Jika lebih dari 37 Derajat Celcius maka mungkin tidak boleh masuk. Alhamdulillah waktu di cek suhu saya 36,4 Derajat Celcius saja.

Setelah melakukan Pengecekan dan Pendaftaran di meja tamu, lalu kamipun disuruh naik ke lantai 5.

Sebelum Bertemu Dokter saya diperiksa Berat Badan plus Tekanan Darah oleh Perawat. Dan Alhamdulillah Berat Badan saya waktu itu ideal yaitu 52,3 kg. Dan tekanan darah saya normal yaitu 70/100. Lalu saya menunggu antrian masuk Seperti pada umumnya, Giliran saya pun datang. Disini Perawat menyebut saya dengan panggilan Nona Amirah Saufi. Saya pun masuk dan menemui Dokter dan Dokter menanyai keluhan saya plus pemeriksaan fisik yang mengalami sakit. Setelah diperiksa dokter bilang ke saya: “ Wah, ini benjolannya sudah besar, mungkin bisa sampai 2 cm ya. Baru sadar sekarang kah? ‘Tanya Dokter ke saya’.

“Dengan perasaan setengah shock saya menyebut: Subhanallah…Iya Dok, baru aja saya rasakan sakit kemarin sore atau 3 hari yang lalu saat mandi. Lalu saya pun diusulkan Adik saya untuk periksa ke dokter”.

“Baik, menurut saya ini bisa jadi tumor. Cuman belum bisa dipastikan Tumor ini Jinak atau ganas. Biasanya setelah Operasi nanti kita bisa mendapatkan hasilnya dari Lab. Tapi saran saya ini harus di Operasi untuk memastikan apakah dia jinak ataupun ganas kita gaktau. Jika memang ganas bagaimana? Lebih baik cepat ditangani agar kita juga tenang kan.”

“Dengan berat hati dan perasaan was-was saya pun mengangguk ke dokter. Baik Dok. Kalau memang operasi adalah jalannya, saya terima.” Jawab saya. Wajar saja saya was-was dan agak takut awalnya. Karena saya tidak pernah punya pengalaman Operasi. Hehe. So, inilah kali pertama saya terpaksa melakukan operasi. Waktu itu saya ditemani oleh abang saya dan kakak ipar saya. Jadi merekalah orang yang terdekat saat ini yang menguatkan saya. InsyaAllah saya bisa dan segera sembuh. :’)

Dokter nanya lagi: “ Sebelumnya suka makan daging merah gak? Atau daging2an, junkfood, micin dan sebagainya?

Saya jawab: “Iya dok, kebetulan di bulan Agustus ini hampir setiap hari saya makan daging terus krn idul adha. Hehe

Bakso juga sering, indomie, jajanan tidak sehat juga. Ahh banyak deh dok.

Dokter pun jawab saya lagi: “ Itu pemicu kuat yang membuat benjolan itu tumbuh membesar. Sebaiknya makanan seperti itu di hindari atau dikurangi jangan terlalu sering. Bagusnya makan sayur dan buah saja.

“Baik dok, saya salah memang, saya tidak menjaga pola makan saya. Apalagi olahraga juga kurang.” Jawabku.

Setelah selesai berkonsultasi dokter menyarankan saya di hari itu juga untuk check-Up agar tubuh saya siap di operasi dan memastikan tubuh saya baik-baik saja. Ada 5 tahapan Check-Up yang harus saya lalui sebelum operasi, yaitu sebagai berikut:

1.       Check ke Laboratorium. ( Alhamdulillah cuman di ambil sampel darah saja)

2.       Check ke Radiologi. (Disini saya di periksa sinar X atau Torax)

3.       Check ke Dokter Spesialis IPD atau Penyakit Dalam oleh dokter Silvia Dewi, DR. SP. PD

4.      Check ke Dokter Spesialis Anestesi oleh Dokter Naser Muhammad Askar, DR. SP. AN

5.       Check ke Dokter Spesialis Paru-paru oleh Dokter Nora Amalia, DR. SP. P

Seluruh Check-Up ini berlangsung selama 2 hari, dari Tanggal 1-2 September 2020.

Alhamdulillah semua tahap pemeriksaan berjalan lancar. Jadwal Operasi saya pun akan dilaksanakan tanggal 4 September 2020 pada pukul 16.00 sore.

3 September 2020

H-1 menjelang Operasi saya pun meminta doa kepada orang tua, saudara kandung serta teman-teman saya semuanya agar operasi saya berjalan lancar dan tidak ada kendala juga bisa kembali sembuh seperti sediakala. Di hari H-1 Ini saya diminta untuk menjaga Pola makan saya lalu istirahat yang cukup, jangan sampai ada batuk atau pilek apalagi demam. Karena bisa jadi kalau sakit bisa ditunda lagi jadwal Operasinya. Alhamdulillah saya pun menjaga kondisi tubuh saya dengan di rumah saja.

4 September 2020

Pada Pukul 07.00 pagi saya pun pergi ke rumah sakit ditemani oleh abang saya. Perjalanan kesana sekitar 30 menit lebih.

Seperti biasa sebelum masuk rumah sakit saya diminta untuk mencuci tangan lalu dicek suhu tubuh oleh penjaga. Kemudian masuk dan memberi laporan bahwa akan melakukan tindakan hari ini jam 16.00 sore bersama Dokter Spesialis yaitu Dokter Wildan.

Lalu saya diminta untuk membayar biaya operasi atau Deposit. Karena saya belum punya kartu BPJS. Maka terpaksa harus mengeluarkan biaya pribadi seluruhnya. Bahkan dari awal lho.:( Makanya bagi teman-teman saya sarankan untuk membuat kartu BPJS terlebih dahulu sebelum ke Dokter ya. Agar biaya yang kalian keluarkan lebih hemat daripada saya. Soal biaya nanti di akhir saya tuliskan totalnya saja ya. Hehe.

Setelah menunggu Abang saya shalat jumat. Jam pun sudah menunjukkan pukul 13.00 lebih saya pun masuk ke ruang IGD. Disitu saya disuruh baring diatas ranjang yang telah disediakan lalu mulai dipasang infus oleh perawat yang memakai kostum lengkap ala covid. Hehe:D

Ohiya disini saya sudah mulai puasa lho, dari pukul 10.00 pagi dan baru boleh buka setelah saya siuman dari operasi nanti.

 

Gambar 1. Saat infus Pertama sebelum persiapan operasi.

Pukul 15.00 Saya dibawa ke ruang inap lalu istirahat sebentar dan sampai pukul 16.00 saya dibawa ke Ruang Perawatan, Suster menggantikan saya baju medis dan susternya membuka semua baju dan celana saya. Tadinya celana dalam juga harus dibuka, tapi Alhamdulillah nya karna saya haidh, tidak jadi dibuka. Kan repot nantinya. :’( Alhamdulillah syukurr ya Allah.. inilah hikmah dari Haidhku hari ini. J

Karena saya lagi dalam keadaan tidak shalat jadi saya asik berzikir saja sembari berharap agar operasi berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Pukul 17.00 Saya disiapkan untuk pindah ke tempat tidur khusus operasi lengkap dengan lampu di atas kepala saya. Lalu suster pun menutupi badan saya dengan selimut karena ruangan itu dingin. Perawat juga mengatakan kepada saya untuk tenang dan rilex lalu disuruh untuk membentangkan tangan saya yang kiri dan kanan di atas meja khusus itu. Lalu saya disuntikkan Bius dan ini bius total ya teman. Pengalaman baru bagi saya untuk merasakan bagaimana rasanya dibius. Bismillah dalam hati saya, pandangan saya pun langsung hilang seketika padahal sebelumnya suster dan dokternya lagi bicara dengan sesama mereka. Berarti.. saat itu Operasi pun siap dimulai. :’)

Pukul 19.00 Saya pun tersadar. Lalu kudengar suara Abang saya di samping lagi bicara dengan Dokter. Tapi saat itu saya tidak bisa membuka mata saya. Hanya mampu memanggil nama Abang saya saja. Air mata saya pun seketika keluar. Lalu Abang saya mencium kening saya. Ouh, So Sweet ternyata dia:’D

Dalam hati saya andaikan saya punya suami se Romantis ini mungkin saya akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. YaRabb. Uhuyy asik menghayal saja.

Alhamdulillah saya sudah siuman setelah 2 jam tidak sadarkan diri akibat di bius. J

Ohiya saya juga ingat kalau saya diberi suntik anti biotik setelah operasi yang rasanya sakit sekali. Itu katanya supaya membuktikan kalau saya tidak alergi dengan jenis obat-obatan yang diberikan dokter nanti. Terpaksa ditahan walaupun sesakit apapun. Kan mau sembuh. INSYA ALLAH. Aminn

Disaat ini perut saya terasa lapar dan haus sekali setelah 8 jam berpuasa tanpa makan dan minum. Bahkan mau buka puasa aja pasca Operasi ternyata tidak diperbolehkan dulu. Karena takut sy muntah.


Gambar 2. Setelah selesai di Operasi.

Ehem, mungkin teman- teman bakal Tanya darimana saya dapat foto ini?

Ehhe ,, ini kerjaan abang saya yang sok sweet itu yang katanya mau mengambil gambar dari setiap kejadian saya hari itu sebelum dan pasca operasi. Memang dia usil tapi baik sih. Untuk dokumentasi juga kan. Hehehe.

Dan tadaaaa…


Gambar 3. Menu Makan malam saya after Puasa 8 jam sebab operasi. Menunya adalah ikan rebus pakai nasi putih lembek dengan sayur rebus plus buah pepaya potong. Alhamdulillah makanan rumah sakit masih bisa saya telan walaupun nasinya lembek sekali yaTuhan. Mungkin karna lapar kali ya. Hee.J

Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 malam. Menurut yang saya dengar dari Abang saya bahwa saya akan nginap di Rumah sakit saja malam ini karna keadaan saya yang masih lemah pasca operasi. Saya pun mengiyakan.


Gambar 4. Dokumentasi Satpam setia saya selama di Rumah sakit. J

5 September 2020

Setelah istirahat semalaman Alhamdulillah dihari ini merasa lumayan membaik dan mati rasa di area dada saya entah kenapa. Mungkin itu efek obat ya. Infus sudah dicabut, antibiotic juga sudah habis 2 botol.

Pukul 11.00 perawat memanggil saya untuk mengambil obat dan ke meja kasir untuk pembayaran sisa kemarin. Disini saya juga dikasih surat rekom untuk check up pasca operasi pada tanggal 9 september nanti. Sementara itu saya disuruh istirahat total dirumah. Minum obat rutin plus makan yang sehat.

6 September 2020

Saya belum mandi seperti biasa. Hanya lap basah saja dibantu oleh kakak ipar saya. Perban pun masih melekat di dada saya. Belum boleh dicabut sebelum ke dokter minggu depan. J

9 September 2020

Hari ini jadwal saya kerumah sakit untuk Check-Up pasca operasi dan mengambil hasil lab.

Dokter menanyakan apakah ada keluhan lagi. Kemudian dokter bilang kalau penyakit saya kemarin adalah pengaruh hormonal saja. Dia biasa dialami oleh wanita yang usia muda seperti saya alias belum menikah. Hehe

Lega mendengar penjelasan dari dokter. Lalu ia juga mengatakan kalau saya harus menjaga makan dan hidup saya agar lebih sehat. Olahraga teratur dan tidak boleh stress. Karena stress juga salah satu pemicu kuat kita mengalami penyakit ini.

 

Gambar 5. Benjolan yang berhasil diambil ada 2 cabang.

Hasil laboratorium

Jadi mengenai hasil lab itu say abaca ternyata saya mengalami Kista Payudara sebelah kiri.

Makroskopik: Jaringannya ada 2 dengan ukuran 1,5 x 2cm. Putih kekuningan, kenyal sebagian agak keras. Pada pembelahan putih sebagian kuning.

Mikroskopik: Sediaan berasal dari mammae sinistra terdiri atas jaringan mammae yang bersebukan sel radang kronik pada asinus dan stroma. Ditemukan beberapa kista berukuran kecil hingga sedang yang dilapisi oleh sel luminal dan miopitel, stroma fibrotik. Tidak tampak tanda ganas.

Kesimpulan: Histologik sesuai dengan mastitis kronik disertai dengan fibrocystic changes.

Maksud dari itu semua apa donk? Pasti pada nanya.

Baiklah saya jelaskan hasilnya dengan Bahasa yang lebih ringan.

Saya mengidap kista Payudara. Ukurannya yang tadi disebutkan di hasil lab yaitu 1,5 x 2 cm.

Nama medisnya adalah fibrocystic changes of breast. Artinya Perubahan fibrokistik pada payudara.

Menurut artikel yang saya baca di internet maksudnya adalah Perubahan non-kanker yang memberikan tekstur kental atau seperti anyaman tali pada payudara.

Kondisi ini kemungkinan karena perubahan hormone selama siklus menstruasi yang mempengaruhi jaringan payudara. Sangat Umum dialami oleh wanita. Terdapat lebih dari 2 juta kasus per tahun( Indonesia).

Perawatan dapat membantu, namun penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Membutuhkan diagnosis medis. Seringkali memerlukan uji atau pencitraan laboratorium.

Jangka menengah: akan reda dalam jangka waktu bulanan.

Menurut dokter, Alhamdulilllah saya cepat sadar dan langsung periksa ke dokter. Karena kita tidak akan tau kedepan jika benjolan itu bisa mengubah diri menjadi sel kanker. Dan pernyataan dari dok pun membuat saya lega sedikit dan berjanji dalam diri saya untuk makan makanan sehat walaupun berat banget godaannya tapi saya pasti bisa melawan penyakit ini agar tidak kambuh lagi. Bismillah saya kuat. Semangat sembuh. Dan semangat juga bagi para perempuan diluar sana yang sakitnya sama seperti saya atau sejenisnya. Juga saya berpesan untuk semuanya agar menjaga pola hidup kita, pola makan kita agar lebih teratur. Perbanyak makan sayur dan buah. Tidak sering makan junk food, micin, seperti bakso, indomie ya yang paling sering dan murah banget di kantong pelajar dan mahasiswa. Hehe tapi bahayanya bisa mengeluarkan biaya yang tak sedikit lho. Kesehatan itu memang mahal harganya. Makanya Kalau gakmau sakit ya sayangi dirimu. Biarlah saya saja yang merasakan. Kalian jangan ya. Ingat sehat sebelum sakit. Bukankah Lebih baik mencegah daripada mengobati? J

Ohiya sebelum saya tutup… Diawal sudah saya janji kalau bakal kasih tau biaya mandiri total non bpjs dari operasi+ obat2an+ check-up+ control ke dokter semuanya adalah Rp. 18. 847.000,-.

Saya sarankan sekali lagi kalau mau berobat kerumah sakit uruslah kartu bpjs terlebih dahulu ya agar lebih hemat biaya. (Bukan seperti saya yang tidak sempat mengurus bpjs) karena khawatir dengan penyakit jadinya bertindak cepat dan terpaksa mengeluarkan biaya pribadi. J

Demikian cerita pengalaman saya tentang kista payudara ini. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman. J Tetap semangat dan Sehat selalu ya. 

Wassalam.

 

 

Comments

  1. Replies
    1. iya adek.. :") Makasih banyak udah baca sampai akhir. :)

      Delete
  2. UWAHHHH TERIMAKASIH BANYAK ZAH UDAH MAU SHARE PENGALAMANNYAA~ Jazakillah zah UwU, InsyaAllah bermanfaat~ Sering-sering post tulisan lagi lah zah supaya blognya rame hehehe, saya baca kok 👌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaap Kirana.. Ehhee makasiih udh mau baca sampai akhir.
      Tunggu aja tulisan zah berikutnya. :)) 🙌❤

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tafsir Surat An-Nazi'at ayat 27-33

Futur, Sebab dan Terapinya